Sariak Alahan Tigo,PRnewspresisi.com – Prestasi membanggakan kembali lahir dari daerah yang selama ini dikenal dengan keterbatasan fasilitas pendidikan. Audiatur Rahmah, siswi berprestasi dari SMPN 4 Hiliran Gumanti, berhasil lolos seleksi masuk SMAN 1 Sumatera Barat melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMAN 1 Sumatera Barat yang diumumkan pada Jumat (27/2) sore, Audiatur Rahmah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan masuk dalam daftar 54 siswa yang diterima untuk kuota Putri Sumatera Barat.
Dari total 352 pendaftar, ia berhasil meraih peringkat 30—sebuah capaian yang membanggakan bagi sekolah dan masyarakat di wilayahnya.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena Audiatur Rahmah berasal dari sekolah yang termasuk kategori daerah khusus di Kabupaten Solok, dengan kriteria wilayah sangat tertinggal dan fasilitas pendidikan yang terbatas.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan tekad dan semangatnya untuk berprestasi. Dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian bermimpi besar, ia mampu menembus salah satu SMA unggulan dan favorit di Sumatera Barat.

Kepala SMPN 4 Hiliran Gumanti, Feriyadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Audiatur Rahmah menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, melainkan oleh komitmen, semangat juang, serta kedisiplinan seluruh warga sekolah.
“Ini adalah keberhasilan perdana siswa SMPN 4 Hiliran Gumanti menembus SMA favorit di Sumatera Barat. Semoga ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berani bermimpi dan berjuang meraih cita-cita,” ujarnya.
Prestasi Audiatur Rahmah diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa-siswi di Nagari Sariak Alahan Tigo dan sekitarnya untuk bersaing secara sehat dengan pelajar berprestasi dari seluruh provinsi. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa dari daerah khusus pun dapat lahir generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Langkah Audiatur Rahmah bukan sekadar capaian pribadi, melainkan tonggak sejarah bagi sekolahnya—sebuah bukti bahwa semangat dan kerja keras mampu menembus batas keterbatasan.(Feriyadi)











