Singkarak,PRnewspresisi.com— PGRI Kab.Solok pada selama 2 Hari pada Senin dan Selasa 01 s.d 02 September 2025 Mengadakan Lomba Pekan Olah raga seni dan pembelajaran yang di buka di SMAN 1 Singkarak.
Tampak hadir pada acara tersebut Bunda Guru Kab.Solok Ny.Nia Jon Firman Pandu, ketua PGRI Sumbar Drs.Darmalis,M.Pd beserta Rombongan, Kepala Dinas Pendidikan Kab.Solok,Zainal Jusmar,S.Pd.MM, M.S.i, Kepala Kemenag Kab.Solok H.Zulkifli,S.Ag.MM, Kacabdin Sumbar Wilayah III Eko Gunanto, S.Pd, Ketua Bazda Kab.Solok Drs.Edwar.MM,Camat X Kt.Singkarak Chrismon Darma, S.STP, S.IP, Dewan Pendidikan Kab.Solok, Ketua MUI kab.Solok Afrijal Harun,Wali Nagari Singkarak, Wali Nagari Sumani, Kapolsek, Danramil, Korwil, Pengawas, Pengurus PGRi kab.Solok, Pengurus Cabang PGRI Kab.Solok, pengurus MKKS, KKKS, kontingen utusan 14 cabang.
Acara diawali dengan penampilan tari pasambahan yang berasal dari sanggar Tari riak Danau milik SMAN 1 X Kt.Singkarak dan ditutup dengan Doa.
ketua panitia porsenijar kab.Solok Eidmon Chaniago,S.Pd mengatakan bahwa acara akan dilaksanakan selama 2 hari dimulai pada Senin (01/09/25) s.d Selasa (02/09/25) terdiri dari Tenis Meja, Bulu Tangkis, Solo Song, Catur, Pembelajaran mendalam, Conten Kreatif, Tari Tunggal dan paduan Suara dari 14 cabang di kab solok semuanya mengikuti lomba.
Ditambahkan Eidmon untuk perlombaan Senam dan Bola kaki akan kita laksanakan
dalam rangka HGN ke 80 yang berlangsung pada tanggal 21 dan 22 november 2025 yang bertempat di Bukit sundi dan puncaknya upacara hari guru Nasional pada tanggal 25 November di GOR Batu Batupang koto Baru.
Sekapur sirih oleh kepala SMAN 1 X Koto Singkarak Patrismon mengatakan bahwa Hari ini kita bisa hadir bersama, dan ucapan terimankasih kita haturkan atas kepercayaan dari panitia yang diberi kepercayaan untuk Tempat berlangsungnya Porsenijar,
“mudah mudahan dengan kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua karena semenjak kepengurusan SMA diambil alih oleh Provinsi maka pertemuan dengan rekan SMP, SD jarang lagi diadakan sehingga momentum acara seperti Porsenijar ini dapat mempererat tali silah turahmi”, terangnya.
“Mudah mudahan SMAN 1 singkarak dan SMA lainnya semakin solid dibawah naungan PGRI Kab.Solok”, tuturnya.
Dan beliau juga menyampaikan Permohonan maaf karena selama kegiatan ditemukan kekurangan terutama fasilitas tempat.

Ketua PGRI kab.solok Yongkerman,S.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan porsenijar TK.Kab.Solok ini diikuti oleh 14 cabang yang mana ini perdana dilakukan di Sumbar. “insyaallah pada minggu bulan pertama tepatnya bulan oktober tanggal 6- 7 Oktober 2025 akan dilangsungkan porsenijar TK. Propinsi sumbar yang akan diadakan di kab. 50 kota dan apabila menang akan mewakili Sumatera Barat ditingkat nasional yang digelar di Kota Bandung 26-28 November 2025”, ucap Yongkerman dan berharap mudahan mudahan perwakilan kab.solok bisa mewakili ketinggalan nasional.
Ditambahkan Ketua PGRI bahwa Sengaja tema porsenijar ini diangkat “mewujudkan guru yang sehat, kreatif, Sportif, profesional dan berbudaya menuju Indonesia maju” Karena tema itu diangkat dari peraturan presiden no 87 tahun 2017 dimana guru adalah sosok utama yang memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati,olah rasa, olah pikir, olah raga.
Selain itu tambahnya guru juga harus mengelola kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat untuk mengabarkan rasa nasional, revolusi mental sehingga urgensinya saat ini peserta didik kita adalah generasi emas 2045 yang memiliki bekal jiwa pancasila yang bisa menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat maka dari itu kita terus mendukung para guru kita menjadi sumber keteladan bagi generasi penerus yang cerdas dan beraklhak mulia
“Dengan momentum porsenijar ini kita jadikan refleksi, sudahkah kita memuliakan para guru yang telah berjuang membentuk karakter siswa karena tak seorang pun yang sukses karena sentuhan guru. apapun posisi kita hari ini pasti diwarnai oleh jasa seorang guru namun dibalik refleksi tersebut kita juga harus melihat realita bahwa tingkat pendidikan kab solok masih jauh dari peringkat pendidikan dari kab./kota di sumatera Barat ini sehingga menjadi evaluasi menyeluruh bagi semua pihak baik dari kalangan guru Maupun pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan”, tutupnya.
Ketua PGRI Sumbar Drs. Darmalis,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang pertama sekali melaksanakan Porsenijar disumbar adalah PGRI kab.Solok dari 19 kab./kota dan dilanjutkan dengan kab. Tanah datar serta sijunjung.
Kemudian apa yang disampaikan oleh Ketua PGRI kab.Solok beberapa hal kepada kita bersama dalam melaksanakan kegiatan dan apa yang dirasakan oleh anggota PGRI kab. Solok selama ini dan telah didengar oleh ibunda guru PGRi Kab.Solok mudah mudahan beliau dapat menjembatani kepada bapak Bupati.
Kemudian sambungnya apa yang disampaikan oleh Ketua tadi bahwa kab.solok berada satu tingkat diatas kep.mentawai dan dibawah kab./kota lainnya tentu ini menjadi Rembuk bersama, padahal di era sebelumnya kab.solok pernah menjadi kebanggaan disumatera Barat namun setelah itu bunga berguguran dan kami berharap kedepan kepada kita semua terutama kepada SMA dan SMK walaupun berada dibawah propinsi namun secara organisasi pendidikan itu untuk kita bersama, mari kita bersatu untuk memajukan pendidikan khusus dikab.solok.
“Seperti diketahui bahwa Organisasi PGRI bukan hanya berada di tingkat nasional saja tapi sudah mendunia dibuktikan dengan ibuk ketua PGRi kita sekarang menjabat sebagai ketua komite di persatuan guru internasional dan baru kembali dari Cili menjadi narasumber dari 187 negara terpilih beliau salah satu nya dari 10 orang yang dipilih, jadi jangan ragu tentang organisasi PGRI yang telah diakui oleh negara dan berbadan hukum”, terangnya.
Kami berharap, mari kita satukan visi misi pendidikan dikab.solok
Silahkan Bapak ibuk pada badan kelengkapan organisasi seperti dewan Kehormatan Guru, Dewan pendidikan dan Dinas pendidikan, kita harus bekerja sama harus satu untuk meningkatkan mutu pendidikan kalau itu tidak terjalin maka pendidikan tidak akan bergerak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Bunda Guru Kab.Solok Ny Nia Jon Firman Pandu ketika membuka acara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Apa yang disampaikan oleh Ketua PGRI sumbar, Ketua PGRI kab.solok, Bapak kepala sekolah semua makna sudah tersimpan pada memori Bapak ibuk guru semuanya disini
“Bagaimana Bapak ibuk semua bisa menjalankan tugas sebagai pendidik untuk anak didik kita karena kapasitas dan kualitas Bapak ibuk semua dalam mengajar di sekolah yang kita cintai ini”, ungkapnya.
“karena sekarang kita sudah di pertontonkan dengan keadaan Indonesia yang tidak sedang baik baik saja berawal dari bahasa “guru beban negara”, tidak lah benar Karena guru penentu masa depan dunia dan akhirat”, bebernya.
Bagi anak anak kita semua sambung Ny.Nia dari ucapan ucapan kemudian banyak lagi tuntutan dan dikab.solok juga setiap malam minggu terjadi tawuran yang berlokasi di simpang Banda panduang dan koto Baru itu karena kurangnya kualitas pendidikan anak kita karena mereka tidak memikirkan akhirat nya.
“masa depannya yang dia pikirkan hanya masa sekarang yang dipengaruhi oleh HP, mereka ingin tau dan penasaran hingga ada yang menjadi korban dan ada pula yang menjadi sipelaku, maka disinilah peran dari Bapak ibuk sebagai pendidik yang ada dikab.solok maupun daerah lainnya karena generasi yang sudah kita persiapkan itu adalah generasi emas di tahun 2045.
“apakah kita sudah siap menuju kesana, karena faktanya dilapangan banyak terjadi kekerasan, bullying, kenakalan, narkoba berujung kepada LGBT dan HIV sangat miris kita melihatnya Karena kita peringkat ke 3 LGBT di Sumbar Maka dari sini tentu sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang Bapak ibuk berikan kepada anak didik kita kami sangat menumpangkan harapan harapan bahwa anak golden age benar benar membentuk karakter, etika, atitude, trush dan agama agar di tahun 2045 tidak ditemui lagi kekerasan”, luasnya.
mudah mudahan sambung Bunda, indeks pendidikan kab solok yang setingkat diatas Mentawai akan meningkat nanti keatas, intinya tingkatkan lah kualitas dan kapasitas untuk anak didik kita Karena tugas itu berada dipundak Bapak ibuk semuanya dikab.solok.
“, Mengenai permintaan dari Ketua PGRI, kami sudah sampaikan kepada bapak Bupati untuk tahun 2026 anggaran PGRI akan dinaikkan menjadi 200 juta dan kami juga akan berkolaborasi dengan Baznas dan semuanya kita akan tetap berkolaborasi bagaimana generasi kita ini menjadi generasi yang berkualitas menghadapi masa depan, karena generasi sekarang bukan mencari pekerjaan tapi disiapkan untuk membuka lapangan pekerjaan Jadi kami tidak menyebut guru beban negara tapi gurulah membangun negara”, tutup Ny. Nia Jon Firman Pandu sambil mengucapkan bismillah acara porsenijar dibuka secara resmi.(Malin)











