Solok, PRNewspresisi.com—Musyawarah Besar (Mubes) Sulit Air Sepakat (SAS) 2026 mencapai puncaknya. Forum tertinggi organisasi perantau legendaris asal Minangkabau ini resmi menetapkan tiga putra terbaik sebagai kandidat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SAS periode mendatang, kegiatan yang dilaksanakan di Aula Masjid Raya Sulit Air (21/3/2026) menjadi buktinya.
​Setelah melalui serangkaian sidang pleno yang dinamis di Auditorium Masjid Raya Sulit Air, Kabupaten Solok, tiga nama mencuat sebagai figur kuat yang akan menentukan arah gerak organisasi ke depan. Mereka adalah Afdhal Muhammad, Nasperi Anwar, dan M Naswir. Ketiganya dinyatakan lolos verifikasi setelah melewati tahap pengajuan calon dan pengesahan tata tertib organisasi yang berlangsung ketat.
​Suara dari Penjuru Dunia
​Mubes kali ini menegaskan posisi SAS sebagai organisasi dengan jaringan global yang solid. Sebanyak 67 suara sah akan diperebutkan dalam proses pemungutan suara (voting) yang dijadwalkan berlangsung Senin siang (23/3). Konstituen tersebut terdiri dari 60 perwakilan Cabang dan 7 suara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
​Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari lingkup domestik. Delegasi dari mancanegara, termasuk perwakilan dari Sydney dan Melbourne, Australia, turut hadir langsung di Solok untuk memberikan hak suara mereka. Hal ini menunjukkan betapa strategisnya kepemimpinan DPP SAS dalam menjaga konektivitas diaspora Sulit Air di kancah internasional.
​Estafet Kepemimpinan dan Harapan Baru
​Sebelum memasuki tahap pemilihan, forum secara resmi menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus DPP SAS periode 2022–2026. Dengan diterimanya laporan tersebut, kepengurusan di bawah komando Samsudin Mukhtar kini berstatus demisioner, membuka jalan sepenuhnya bagi suksesi kepemimpinan.
​Dalam pidato perpisahannya, Samsudin Mukhtar menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
​”Siapapun yang terpilih nantinya, tugas utama adalah memperkuat kolaborasi dan konsolidasi. SAS harus tetap menjadi motor penggerak sosial yang memberikan dampak nyata bagi anggotanya dan kontribusi berkelanjutan bagi kampung halaman,” tegasnya.
​Detik-Detik Penentuan
​Hingga menjelang pukul 14.00 WIB, atmosfer di lokasi Mubes semakin hangat. Komunikasi politik dan lobi-lobi antar-peserta kian intens dilakukan untuk memperkuat basis dukungan bagi masing-masing kandidat. Pengamat organisasi memprediksi persaingan akan berlangsung sangat ketat dengan selisih suara yang tipis, mengingat ketiga kandidat memiliki rekam jejak dan visi yang mumpuni.
​Hasil voting siang ini tidak hanya akan melahirkan nakhoda baru bagi DPP SAS, tetapi juga akan menentukan peta jalan strategis organisasi dalam memperkuat sinergi antara perantau dengan pembangunan di ranah Minang untuk beberapa tahun ke depan. (Hendrik)











