Prabumulih.PRnewspresisi.com– Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih akan mengontrol proyek kegiatan strategis yang ada. Pengontrolan ini dilakukan sebagaimana surat edaran Jaksa Agung Muda bidang Intelijen tahun 2021 dalam mencegah tindak pidana korupsi.
Harapannya, kualitas pengerjaan proyek strategis daerah semakin bermutu. Ada tiga penilaian utama dalam pengawalan dan pengamanan kegiatan strategis daerah (KSD) tersebut.
Kepala Kejari Prabumulih, Roy Riady SH MH didampingi Kasi Intelijen, Anjasra Karya SH MH menyampaikan, proyek yang dikerjakan itu harus sesuai spesifikasi serta pas secara anggaran dan fungsional.
“Yang dikategorikan proyek strategis sendiri harus ditetapkan berdasarkan SK kepala daerah. Tapi tidak semua proyek strategis yang ditetapkan oleh kepala daerah akan kita dampingi atau awasi, namun kita lihat dulu AGHT-nya (Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan) dalam proyek tersebut,” ujar Anjasra dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (29/7/2022).
Pengawasan Proyek Strategis (PPS) sendiri, ujar dia, bukan dalam artian kejaksaan main proyek. Anjasra mengatakan, bahwa kejaksaan tidak pernah untuk ikut ambil bagian dalam proyek.
“Ini kami lakukan untuk mengawasi atau untuk membina agar proyek tersebut tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Jadi untuk mengantisipasi penyimpangan yang terjadi dalam pengerjaan proyek tersebut,” kata dia.
“Jadi sekali lagi kepada masyarakat kami minta jangan beramggapan bahwa pendampingan pengawasan ini ada kejaksaan main proyek, sekali lagi kami tegaskan tidak sama sekali. Bahkan kami bekerja mengawal proyek tersebut agar tidak terjadi kebocoran ataupun tindakan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih telah mengajukan dan melakukan pemaparan kurang lebih sebanyak 25 hingga 30 proyek kegiatan strategis untuk dilakukan pengawalan oleh pihaknya.
Meski demikian, lanjut Anjasra, pihaknya belum menetapkan kegiatan-kegiatan proyek mana saja yang masuk dalam kegiatan proyek strategis dan perlu untuk didampingi.
“Mungkin beberapa waktu ke depan ini kami akan menetapkan kegiatan-kegiatan proyek mana saja yang masuk dalam kegiatan proyek strategis yang perlu didampingi,” tuturnya. (SMSI)
Discussion about this post